Tim Instrumen LAM Dik Finalisasi Buku 1, Buku 2, Buku 3 Instrumen LAM Kependidikan

Surakarta, 18 November 2020

Peraturan BAN PT Nomor 9 Tahun 2020 telah menetapkan tentang Kebijakan Pengalihan Akreditasi Prodi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) termasuk LAMDik. Hal ini sejalan dengan Permendikbud Nomor 5 Tahun 2020 pasal 4 ayat 2 yang menyatakan bahwa Akreditasi untuk Program Studi. Pemberlakuannya mengacu pasal Pasal 8 ayat (1) Jangka waktu Akreditasi Program Studi yang dilakukan oleh LAM ditentukan oleh LAM dan ayat (2) Dalam hal jangka waktu Akreditasi yang ditentukan oleh LAM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir maka Akreditasi ulang wajib dilakukan oleh LAM.

Instrumen LAMDik disusun dengan mangucu Peraturan BAN PT Nomer 2 Tahun 2017 tentang Standar Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi bahwa instrumen akreditasi minimal terdiri dari 9 standar. Kesembilan standar tersebut diturunkan menjadi 9 kriteria instrumen LAMDik yang masing-masingnya dikembangkan berdasarkan input, manajemen, proses, output, dan outcome base education.

Penyusunan dan pembehasan instrumen LAMDik tersebut dilakukan secara intensfi dan berkesinambungan dengan bimbingan dari DItjen Dikti, Direktorat Kelembagaan, BAN PT, dan berkoordinasi dengan Forkom LAM yang sudah terbentuk dan disetujui dari kementerian.

Pembahasan finalisasi instrumen LAMDik pada periode ini dilaksanakan di Fakultas Keguran dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) tanggal 17-18 November 2020. Pada pertemuan ini finalisasi difokuskan pada Buku I tentang Instumen, Buku II tentang Panduan, Buku III tentang Penilaian, dan SIMAK LAMDik (Sistem Informasi Manajemen Akreditasi LAMDik), serta SIAP LAM Dik (Sistem Informasi Administrasi Persuratan LAM Dik).

Instrumen LAMDik ini disusun dengan dengan ciri utama dan dalam perspektif kependidikan. Ciri-ciri kependidikan yang terdapat dalam LAMDik tersebut antara lain sejak dari pentingnya memasukkan aspek passion calon mahasiswa pada saat seleksi, aspek pembelajaran mikro, pengenalan lapangan persekolahan, pengembangan perangkat pembelajaran, asistensi guru, KKN Dik, pelibatan sekolah lab/mitra pada saat proses, sampai dengan profil lulusan mahasiswa calon guru LPTK.

Draft instrumen ini direncanakan akan dilakukan uji coba secara terbatas dengan melibatkan asosiasi prodi dan asosiasi LPTK pada akhir Nov 2020. Dan, akan dilaksanakan dengan uji coba pada penuh pada awal tahun 2021 dan direncanakan mulai berlaku penuh pada 2 Mei 2021. Pemberlakuan LAMDik ini Peraturan BAN PT Nomor 9 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pengalihan Akreditasi Prodi dari BAP Nasional PT ke LAM Dik.

Diharapkan LAMDik ini ke depan dapat meningkatkan mutu tata kelola dan pengembangan prodi-prodi LPTK dalam era komunikasi-komputasi global serta era disrupsi pendidikan, baik di level nasional maupun internasional. Salam @LAMDik.

RAPAT LANJUTAN PENYUSUNAN DRAFT BUKU PEDOMAN INSTRUMEN LAMDIK

Pada Selasa, 27 Oktober 2020 pukul 19.00, telah ddilaksanakan rapat lanjutan Penyusunan Draft Buku Pedoman Instrumen LAMDIK, melalui daring. Rapat dihadiri oleh ketua dewan pengurus dan wakilnya (Prof. Dr. Muchlas Samani dan prof. Dr. Joko Harun Prayitno). Hadir juga anggota dewan pengurus Dr Muhdi, ketua dewan Pembina Prof. Dr. Ahman, anggota dewan pengawas prof. Dr. Joko Nurkamto. Selebihnya adalah tim penyusun serta staf Dikti. Rapat dihadiri oleh 22 peserta.

Rapat yang dibuka oleh prof. Dr. Muchlas Samani tersebut diawali dengan presentasi progress penyusunan instrumen oleh Prof. Joko Nurkamto. Dilanjutkan dengan presentasi dari Prof. Dr. Ivan Hanafi tentang matriks penilaian. Prof Sunandar melanjutkan presentasi dengan materi penyusunan Panduan Pengisian Instrumen LAM-DIK. Prof Sunandar menyampaikan panduan seharusnya mengacu pada instrumen, namun karena intrumen yang disusun belum selesai, panduan dicoba disusun dengan mengacu pada butir-butir yang dihasilkan dari pertemuan sebelumnya di Surabaya. Namun demikian, Prof Sunandar menegaskan bahwa instumen akan disesuaikan kembali jika dokumen instrumen telah ada.
Dalam kesempatan tersebut, diskusi diwarnai dengan berbagai tanggapan dari peserta. Saran dan masukan disampaikan untuk saling memperkaya.

Koordinator tim IT, Asmunin, juga menyampaikan rancangan aplikasi yang akan dibuat. Aplikasi digital setidaknya berisi tiga file, yaitu data kuantitatif, penilaian AK, dan penilaian AL.

Rapat berjalan lancar, dan ditutup oleh Prof. Ivan Hanafi pada 21.30. Rapat selanjutnya direncanakan pada 5-7 November 2020, secara blended. Agenda rapat yang akan datang adalah tentang schedule kegiatan, AD/ART, keputusan, struktur organisai majelis, dan rencana anggaran.

(LN & RS)

INSTRUMEN DENGAN 9 KRITERIA STANDAR AKREDITASI NASIONAL

Jumat, 23 Oktober 2018, dilaksanakan rapat Dewan Pengurus LAM DIK bersama Tim Penyusun Instrumen Akreditasi. Ketua Dewan pengurus, Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd, dan Wakil Ketua Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, membahas berbagai hal terkait dengan instrumen akreditasi bersama tim instrumen, antara lain Prof. Dr. Ivan Hanafi, M.Pd., Prof. Dr. Joko Nurkamto, Prof. Dr. Sunandar, dan Dr. Suryanti, M.Pd. Hadir juga Ketua Dewan Pembina, yaitu Prof. Dr. Ahman. Rapat dilaksanakan secara daring. 

Beberapa hal yang dihasilkan pada pertemuan tersebut adalah bahwa dokumen akreditasi meliputi: Isntrumen, Matriks Penilaian, Buku Pedoman Pengisian Instrumen, dan Aplikasi Penilaian/Panduan bagi Asesor. Keempat dokumen tersebut diharapkan dapat segera final dalam bentuk draf, agar bisa secepatnya dilakukan uji publik. Uji publik direncanakan pada November 2020.

Agar penyelesaian dokumen sesuai dengan target yang ditetapkan, maka tim penanggung jawab setiap dokumen dibentuk. Komposisi tim adalah sebagai berikut:
1. Dokumen 1 (instrumen) dan 3 (matriks penilaian) : Prof Joko, Prof. Ivan, dan tim.
2. Dokumen 2 (buku panduan pengisian instrumen): Prof Sunandar, Dr. Suryanti, dan tim.
3. Dokumen 4 (aplikasi penilaian/panduan bagi asesor): Asmunin, S.Kom., M.Kom, Prof. Ekohariadi, Prof. Luthfiyah N, dan tim.

Selanjutnya, juga dibahas mengenai pembobotan untuk komponen input, proses, output, dan managemen. Namun masalah pembobotan tersebut masih perlu didiskusikan lebih lanjut, dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk instrumen BAN-PT, ASIIN, dan OBE, yang menjadi sebagian acuan. Namun sebagai instrumen akreditasi untuk universitas yang bersifat teaching university, bukan research university, maka pada komponen proses dan output bobotnya mungkin lebih besar dibanding komponen input dan managemen.

Selain itu, juga akan ada tambahan berupa short description untuk setiap kriteria pada instrumen. Sebagai sebuah instrumen akreditasi intitusi pendidikan, deskripsi singkat tersebut juga diupayakan memiliki sentuhan kekhasan dalam hal kependidikannya.

Pleno LAMDik Lengkap Pembina, Pengawas, Pengurus, Tim Instrumen, & BAN PT: Implementasi 2 Mei 2021

Surabaya, 15 Oktober 2020

Dewan Pengurus bersama Tim instrumen LAM Dik yang berciri khas bidang kependidikan telah menyelesaikan naskah akademik (NA) lengkap dan Instrumen LamDik (I-LAM Dik) 90%. Capaian keduanya telah diplenokan bersama Majelis Akreditasi BAN PT 8 Oktober 2020 dan diplenokan kembali bersama Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus, dan Tim Instrumen serta Tim sistem IT secara blanded. Luring dilaksanakan di Kampus Unesa Surabaya 13-15 Oktober 2020 blanded daring yang diikuti dari LPTK NI, FORKOM Dekan FKIP, ALPTKSI, dan Forum Fakuktas Tarbiyah UIN/IAIN/STAIN.

Dalam penyusunan NA dan I-LAMDik tersebut dilaksanakan secara berkala setiap sekali dalam seminggu di bawah koordinasi dengan Direktorat Kelembagaan dan BAN PT. Sinergi Ini penting karena LAM Dik sebagai lembaga akreditasi mandiri yang bertangung jawab kepada BAN PT dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI.

Secara substansi instrumen berciri khas bidang kependidikan tersebut dijabarkan menjadi 9 kriteria sesuai ketentuan Sistem Akreditasi Nasional dan 77 butir instrumen yang memiliki kekhasan bidang kependidikan.

Kekhasan instrumen LAMDik tersebut antara lain yang secara khusus memotret peran prodi di butir sekolah mitra, sekolah lab, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP), observasi persekolahan, pengembangan perangkat pembelajaran, asistensi guru, pembelajaran mikro, peer teaching teman sejawal, riil teaching yang dimikrokan, dosen penugasan ke sekolah, kontribusi guru pamong, calon guru penggerak, KKNDik atau life skills dalam konteks pendidikan, pusat sumber belajar, dan peran-peran kekhasan kependidikan lainnya, dll.

Dalam pertemuan lengkap tersebut ditetapkan kembali biaya akreditasi maupun reakreditasi sebesar RP 45 juta. Untuk biaya sampai tahap AK sebesar Rp 25 juta dan ditambah untuk biaya AL Rp 20 juta. Biaya tersebut dapat diangsur selama 5 tahun.

Dalam waktu dekat instrumen lengkap tersebut akan diuji publik besuk pada November 2020 untuk mendapatkan masukan-masukan. Selanjutnya memasuki tahap sosiasisasi awal tahun 2021. Dan diharapkan pada 2 Mei 2021 sesuai semangat Hardiknas LAMDik resmi beroperasi.

LAM KEPENDIDIKAN RESMI BERBADAN HUKUM

Jakarta, 2 Januari 2020

Setelah berproses sejak tahun 2013, pada akhirnya LAM Kependidikan resmi berbadan hukum dari Kemenkumkam RI pada 17 Desember 2019. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kemenkumham RI Nomor AHU-0018765-AH-01-04 tanggal 17 Desember 2019 tantang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan.

Surat Kemenkumham tersebut didasarkan pada permohonan dari tim pemrakarsa dengan melampirkan rekomendasi dari Surat Persetujuan Kemenristekdikti Nomor T/497/M/OT.00.0012019 tentang Persetujuan Menteri Terhadap Usul Pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan tanggal 2 Agustus 2019.

Sesuai Surat Keputusan dari Kemenkumham RI dan Surat Persetujuan dari Kemenristekdikti RI tersebut, saat ini tim LAM Kependidikan sedang fokus untuk:
a. Pengurusan migrasi sitem IT dari BAN-PT ke LAM Kependidikan.
b. Permohonan persetujuan migrasi asesor bidang pendidikan dari BAN-PT ke LAM Kependidikan.
c. Penyiapan rekrutmen dan penyegaran asesor khusus bidang pendidikan.
d. Penyusunan dan pengembangan instrumen berciri khusus pendidikan

Semoga LAM Kependidikan menjadi lembaga akreditasi yang professional dan dapat menjamin mutu program studi pendidikan di Indonesia. Salam @LAM Kependidikan.

BAN-PT & KEMRISTEK DIKTI AKAN DAMPINGI PENUH LAM KEPENDIDIKAN

Surabaya, 21 September 2019.

Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAM KEPENDIDIKAN) yang sudah di syahkan melalui SK Kemristek Dikti No T/497/M/OT.00.0012019 tanggal 2 Agustus 2019 dan sudah di-launching oleh Menristek Dikti di Bali pada tanggal 26 Agustus 2019 melaksanakan pertejuan untuk koordinasi tindak lanjut di Kampus Unesa Surabaya pada 21-22 September 2019.

Hadir dalam kesempatan ini dari Direktorat Pembinaan Kelembagaan Kemenristek Dikti Dr. Totok Prasetyo, dari Majelis Akreditasi BAN PT Prof. Imam Buchori, dari Dewan Eksekutif Sugiyono, PhD, dari ALPTKNI Prof. Ganefri, dan dari Tim LAM Kependidikan Prof. Muhlas Samani dkk.

Dalam kesempatan ini Direktur Pembinaan Kelembagaan Ristek Dikti akan melakukan pendampingan penyusunan dan pengembangan instrumen yang berciri khusus kependidikan. Dari Majelis Akreditasi dan Dewan Eksekutif BAN PT akan memberikan pendampingan di aspek penguatan asesor dan pengembangan sistem terhadap LAM Kependidikan ini.

Tim LAM Kependidikan bersama ISPI, ALPTKNI, FORKOM FKIP Indonesia, dan ALPTKSI menyepakati SOTK ini terdiri atas Badan Pembina, Badan Pengawas, dan Badan Pengurus yangbakan dibtuangkan ke dalam AD ART LAM Kependidikan. AD ART lengkap akan ditetapkan besuk pada 26 September 2019 di UNJ sekaligus pemberkasan aspek legal formal sebagai badan hukum ke Kemenkumham. Salam @LAM Kependidikan

Menristekdikti RI Launching LAM Kependidikan Bertepatan dengan Harteknas 24 di Grand Inna Hotel Bali

Bali, 26 Agustus 2019

Menristekdikti RI Prof. M. Nasir secara resmi me-launching diberlakukannya LAM KEPENDIDIKAN pada 26 Agustus 2019 di Grand Inna Hotel Bali Beach. Pada kesempatan ini Menristek dikti RI sekaligus me-launching 3 Lembaga Akreditasi Mandiri lainnya, yaitu IABEE LAM bidang keteknikan, LAMSAMA bidang Sains Matematika, dan LAM EMBA bidang Ekonomi Manajemen Bisnis. Acara ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan berskala nasional HARKITNAS Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 Tahun 2019.

Menristekdikti RI menegaskan pentingnya LAM pada era industri 4.0 yang berorientasi pada output dan outcome base. Diharapkan keempat LAM tersebut ke depannya bukan hanya diakui secara nasional tetapi juga dijadikan sebagai rujukan penjaminan mutu di tingkat internasional.

Sebagai LAM KEPENDIDIKAN, termasuk LAM lainnya diharapkan memiliki keberpencirian dalam instrumen yang lebih sesuai dengan bidang keahliannya maeinh-masinh. Sebagai LAM di bidang kependidikan maka dalam pelaksanaannya nanti diharapkan bisa melibatkan pengguna yaitu kepala sekolah yang bemutu dan mahasiswa yang bukan saja sebagai pengamat tetapi sebagai salah satu kontributor dalam komponen penilaian IAPS. Demikian penegasan Dewan Eksekutif Prof. T. Basaruddin dan Dirjen Kelembagaan dan Ipteks Dikti serta Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan dalam kesempatan launching tersebut.

Launching yang dilanjutkan kegiatan workshop persiapan implementasi LAM KEPENDIDIKAN tersebut menghasilkan kesepatakan sebagai berikut: (1) perlunya disegerakan naskah lengkap AD ART dan proses pengajuan badan hukum ke Kemenkumham RI diharapkan selesai 2019; (2) grand launching dan sosialisasi ke semua pengguna LAM KEPENDIDIKAN FKIP, IKIP, STKIP pada Desember 2019; (3) masa transisi tahun 2020 dan berlaku penuh paling cepat tahun 2021.

Pada masa transisi tersebut akan memggunakan sharing resources dengan BAN PT dan Kemristek Dikti terkait dengan instrumen IAPS 9 standar, asesor, sistem manajemen IT. Pada saat transisi itulah Tim LAM KEPENDIDIKAN diharapkan sudah bisa menyelesaikan instrumen berciri khusus bidang kependidikan, asesor, sistem informasi manajemen, dll untuk penjaminan mutu terhagap 1.578 LPTK dengan 5.052 Prodi bidang Kependidikan.

Tim LAM KEPENDIDIKAN yang hadir mewakili pada acara tersebut adalah Muchlas Samani Unesa Surabaya, Harun Joko Prayitno FKIP UMS Surakarta, Ahman ISPI/UPI Bandung, Aceng Hasani FORKOM Dekan FKIP Untirta, Lukman Nadjmudin FKIP Universitas Tadolako Palu.

Dengan diberlakukannya LAM KEPENDIDIKAN tersebut Dirjen Kelembagaan Ristek Dikti, Dirjen Belmawa Ristek Dikti, Dewan Eksekutif BAN PT, Direktur Penjamu, dan Tim yang hadir mengharapkan dapat menjadi lembaga penjaminan mutu yang kredibel dan dapat meningkatkan mutu pengelolaan dan pengembangan bidang pendidikan di era disrupsi pendidikan ini. Semoga @LAM Kependidikan

Usulan Pendirian Diterima Menteri Ristekdikti: LAM Kependidikan Segera Bentuk Badan Hukum

Jakarta, 8 Agustus 2019

Berdasarkan hasil dialog dengan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Jajaran Pimpinan Kemenristekdikti serta surat Menteri Ristekdikti Nomor T/ 497/ M/ OT.00.0012019 yang menyatakan bahwa usulan pendirian LAM Kependidikan telah resmi diterima.

Usulan diterimanya LAM Kependidikan melalui proses yang panjang. Sebelumnya LAM Kependidikan sudah mengadakan dialog 4 kali sebagai upaya untuk mensosialiasikan dan memberikan pemahaman tentang arah dan tujuan didirikannya LAM Kependidikan ini.

Dalam waktu dekat, tim perumus LAM Kependidikan akan segera menindaklanjuti surat dari Menteri Ristekdikti untuk membentuk struktur kepengurusan untuk mendapatkan persetujuan sebagai Badan hukum nirlaba dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Kedepan, semoga LAM Kependidikan dapat segera terbentuk untuk dapat mewujudkan peningkatan mutu secara keberlanjutan dalam penyelenggaraan program studi bidang kependidikan sebagaimana tertuang pada tujuan didirikannya LAM Kependidikan. Salam @LAM Kependidikan.

Lampiran:

Bahas Studi Kelayakan: LAM Kependidikan Resmi Diterima Majelis Akreditasi BAN-PT

Bandung, 11 Maret 2019

Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kependidikan adakan dialog dengan Majelis Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dialog tersebut berlangsung di Crowne Plaza Hotel Bandung pada Jumat (09/03). Dialog ini disambut hangat oleh Majelis Akreditas BAN-PT, dalam dialog tersebut menghasilkan beberapa masukan sebagai data pendukung berdirinya LAM Kependidikan sebelum diajukan ke Kemenristekdikti.

Sebelum berdialog dengan Majelis Akreditasi BAN-PT, LAM Kependidikan telah mengadakan dialog sebanyak 3 kali dengan pimpinan Kemenristekdikti. Hasil dialog tersebut, yakni pengajuan usulan berdirinya LAM Kependidikan sebenarnya sudah diterima. Akan tetapi, tim perumus diharuskan untuk melakukan dialog dengan BAN-PT sebagai pintu masuk pertama.

Prof. Muchlas Samani (Ketua Perumus LAM Kependidikan) menuturkan, “Alhamdulillah dialog dengan Majelis Akreditasi BAN-PT ini kita disambut hangat, masukan yang diberikan akan segera kita lengkapi supaya LAM Kependidikan ini segera terbentuk. Hasil dalam dialog ini Alhamdulillah BAN-PT mendukung megenai pendirian LAM Kependidikan”.

Pada dialog ini, Prof. Dwiwahju Sasongko (Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT) mengucapkan rasa terimakasih kepada tim perumus berdirinya LAM Kependidikan dalam dialog ini. “Kami dari Majelis Akreditasi mengucapkan terimakasih kepada tim LAM Kependidikan yang sudah menyempatkan hadir dalam dialog ini. Secara keseluruhan apa yang telah disampaikan sudah cukup lengkap, data yang disajikan sudah sangat mendukung. Akan tetapi, ada beberapa dokumen yang harus disempurnakan dan dilengkapi, seperti instrumen akreditasi mulai dari program Sarjana, Pascasarjana, dan Doktor”, ujar Dwiwahyu.

Semoga setelah diadakan dialog dengan Majelis Akreditasi BAN-PT ini, tim perumus LAM Kependidikan segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan supaya LAM Kependidikan dapat berdiri secepatnya. Salam @LAM Kependidikan

LAM Kependidikan Resmi Diterima oleh Jajaran Kemristekdikti: Bahas dan Tindak Lanjut Studi Kelayakan Lengkap

Jakarta, 29 Desember 2018.

Pembahasan tindak lanjut pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Kependidikan bersama pimpinan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Kamis (27/12) yang bertempat di Gedung D Lantai 11 Kemenristekdikti telah terselenggara. Dalam acara pembahasan tersebut turut dihadiri oleh tim pendiri LAM Kependidikan serta perwakilan dari beberapa asosiasi lembaga dan asosiasi program studi yang turut mendukung dalam berdirinya LAM Kependidikan ini. Selain itu juga turut dihadiri oleh beberapa perwakilan dari perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

Sebelumnya, acara serupa juga telah dilakukan oleh para tim pendiri LAM Kependidikan dengan pimpinan dari Kemenristekdikti. Tetapi pada acara pembahasan sebelumnya hanya dihadiri oleh beberapa perwakilan dari asosiasi program studi dan diterima oleh ibu Paulina Pannen (Staf Ahli Bidang Akademik Kemenristekdikti). Berdasarkan usulan dan masukan yang diberikan oleh ibu Paulina, para tim pendiri LAM Kependidikan dengan cepat menindak lanjuti.

Menurut Prof. Dr. Sunaryo (Ketua Pelaksana Pendirian LAM Kependidikan), “Acara kali ini merupakan pembahasan dan tindak lanjut dari acara sebelumnya. Dalam pembahasan kali ini ada sedikit berbeda dari yang sebelumnya, karena peserta undangan dalam pembahasan kali ini lebih lengkap baik itu dari asosiasi lembaga dan asosiasi program studi pendukung LAM Kependidikan serta ditambah lagi juga turut dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Kemenag dan perwakilan dari Direktorat di lingkungan Kemenristekdikti”.

“Secara keseluruhan para pihak yang diundang dalam pembahasan kali ini semuanya mendukung hadirnya LAM Kependidikan. Tetapi dalam bahasan kali ini ada sedikit masukan kepada kami. Maka dari itu kami akan sesegera mungkin menyempurnakannya” tambahnya.

Semoga dengan selesainya acara pembahasan kali ini para tim pendiri LAM Kependidikan dapat segera melengkapi beberapa kekurangan dan masukan serta semoga LAM Kependidikan ini dapat berdiri untuk membantu BAN-PT dalam mengakreditasi program studi kependidikan supaya terwujud kualitas pendidikan yang bermutu. Salam @LAM Kependidikan