Menristekdikti RI Launching LAM Kependidikan Bertepatan dengan Harteknas 24 di Grand Inna Hotel Bali

Bali, 26 Agustus 2019

Menristekdikti RI Prof. M. Nasir secara resmi me-launching diberlakukannya LAM KEPENDIDIKAN pada 26 Agustus 2019 di Grand Inna Hotel Bali Beach. Pada kesempatan ini Menristek dikti RI sekaligus me-launching 3 Lembaga Akreditasi Mandiri lainnya, yaitu IABEE LAM bidang keteknikan, LAMSAMA bidang Sains Matematika, dan LAM EMBA bidang Ekonomi Manajemen Bisnis. Acara ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan berskala nasional HARKITNAS Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 Tahun 2019.

Menristekdikti RI menegaskan pentingnya LAM pada era industri 4.0 yang berorientasi pada output dan outcome base. Diharapkan keempat LAM tersebut ke depannya bukan hanya diakui secara nasional tetapi juga dijadikan sebagai rujukan penjaminan mutu di tingkat internasional.

Sebagai LAM KEPENDIDIKAN, termasuk LAM lainnya diharapkan memiliki keberpencirian dalam instrumen yang lebih sesuai dengan bidang keahliannya maeinh-masinh. Sebagai LAM di bidang kependidikan maka dalam pelaksanaannya nanti diharapkan bisa melibatkan pengguna yaitu kepala sekolah yang bemutu dan mahasiswa yang bukan saja sebagai pengamat tetapi sebagai salah satu kontributor dalam komponen penilaian IAPS. Demikian penegasan Dewan Eksekutif Prof. T. Basaruddin dan Dirjen Kelembagaan dan Ipteks Dikti serta Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan dalam kesempatan launching tersebut.

Launching yang dilanjutkan kegiatan workshop persiapan implementasi LAM KEPENDIDIKAN tersebut menghasilkan kesepatakan sebagai berikut: (1) perlunya disegerakan naskah lengkap AD ART dan proses pengajuan badan hukum ke Kemenkumham RI diharapkan selesai 2019; (2) grand launching dan sosialisasi ke semua pengguna LAM KEPENDIDIKAN FKIP, IKIP, STKIP pada Desember 2019; (3) masa transisi tahun 2020 dan berlaku penuh paling cepat tahun 2021.

Pada masa transisi tersebut akan memggunakan sharing resources dengan BAN PT dan Kemristek Dikti terkait dengan instrumen IAPS 9 standar, asesor, sistem manajemen IT. Pada saat transisi itulah Tim LAM KEPENDIDIKAN diharapkan sudah bisa menyelesaikan instrumen berciri khusus bidang kependidikan, asesor, sistem informasi manajemen, dll untuk penjaminan mutu terhagap 1.578 LPTK dengan 5.052 Prodi bidang Kependidikan.

Tim LAM KEPENDIDIKAN yang hadir mewakili pada acara tersebut adalah Muchlas Samani Unesa Surabaya, Harun Joko Prayitno FKIP UMS Surakarta, Ahman ISPI/UPI Bandung, Aceng Hasani FORKOM Dekan FKIP Untirta, Lukman Nadjmudin FKIP Universitas Tadolako Palu.

Dengan diberlakukannya LAM KEPENDIDIKAN tersebut Dirjen Kelembagaan Ristek Dikti, Dirjen Belmawa Ristek Dikti, Dewan Eksekutif BAN PT, Direktur Penjamu, dan Tim yang hadir mengharapkan dapat menjadi lembaga penjaminan mutu yang kredibel dan dapat meningkatkan mutu pengelolaan dan pengembangan bidang pendidikan di era disrupsi pendidikan ini. Semoga @LAM Kependidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published.